Heboh Perlakuan Asal Sita WOM Finance Mojokerto

Tersebutlah Solichan (51 tahun), warga asal Tambaksari Desa Tambakagung Puri Mojokerto telah menjadi korban kebiadaban kolektor WOM Finance Mojokerto.

Pria sederhana yang sehari-harinya bekerja sebagai kuli bangunan, hanya bisa mengigit jari. Betapa tidak, pada tanggal 10 April 2017 bertempat di Kantor WOM Finance Mojokerto beliau menjadi saksi hidup bagaimana Honda Revonya harus dirampas di area parkir WOM Finance Mojokerto dengan cara sadis dan biadab.

Seperti diketahui, Solichan adalah nasabah WOM Finance Mojokerto sejak tanggal 4 Juli 2013. Sementara sisa angsuran Solichan kepada WOM Finance hanya kurang 2 angsuran. Sangat rinci Solichan menceritakan kejadian tersebut di Kantor Global Realita Jl. Raya Banjarsari No. 59 Dlanggu pada hari Sabtu, 22 Juli 2017 kemarin.

“ Saya ke kantor WOM Finance bermaksud menyelesaikan kewajiban saya mas seperti yang dijanjikan kolektor Wisnu. Tetapi tiba-tiba motor saya kok digembok rantai roda depannya. Terus tiba-tiba kunci dan STNK saya diambil tanpa alasan yang jelas, “ Ujar Solichan berkaca-kaca. Sebagai warga biasa, Solichan hanya bisa menerima nasib harus kehilangan motornya.

Terkait masalah ini, tersebutlah Kepala Desa Tambakagung Filla Utomo tergerak hatinya untuk mengawal warganya yang teraniaya.

“ Alhamdulillah Mas, terkait masalah Solichan sudah saya serahkan kepada LBH Gajah Mada, LPPH Pemuda Pancasila dan Global Realita. Teman-teman sudah mengirim laporan ke Polresta Mojokerto tanggal 17 Juni 2017 kemarin. Dan pada Hari Jumat, 21 Juli 2017 kemarin sudah di BAP, “ Sahut pria muda yang juga penggemar motor CB ini.

Sementara itu saat dikonfirmasi via telepon, Ketua Advokasi Solichan, H. Rifan Hanum, S.H. yang juga Ketua LPPH Pemuda Pancasila Kabupaten Mojokerto mengatakan bahwa terkait perkara Solichan, beliau berharap Polresta Mojokerto dan jajaran dapat bekerja sesuai visi dan misi Polri.

“ Kebiadaban kolektor WOM Finance terhadap Solichan sudah keterlaluan. Bayangkan hanya kurang dua angsuran mereka dengan sadis merampas, menipu dan mencuri motor Solichan. Kepastian hukum Solichan yang menjadi haknya harus kita perjuangkan, “ Tegas H. Rif’an Hanum, S.H. saat dikonfirmasi.

Sementara itu, Agus Budiono, S.H. Redaktur Pelaksana globalrealita.com mengatakan bahwa perkara Solichan adalah perkara harkat dan martabat manusia.

“ Perkara ini bukan hanya sekedar masalah sepeda motor. Harkat dan martabat manusia telah dinistakan oleh kolektor WOM Finance Mojokerto. Ini juga menguji keberanian dan ketegasan Polres Mojoketo dan jajarannya dalam meberantas kolektor-kolektor biadab yang sering meresahkan masyarakat Mojokerto dan sekitarnya.” Sahut pria muda asal Penilih Dlanggu ini mengakhiri ceritanya. 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*